Memilih antara Japandi dan Scandinavian untuk renovasi rumah Type 36 ibarat bertepuk sebelah tangan: dua gaya minimalis yang sama-sama menjanjikan ruang lapang, tapi kantong bisa jadi menjerit atau tersenyum tipis. Anda bukan sekadar memilih warna dinding atau jenis kayu, tapi menentukan strategi finansial selama bertahun-tahun. Seorang desainer interior yang pernah merenovasi puluhan rumah petak di Jakarta tahu persis: budget 50 juta bisa habis cuma untuk custom furniture Japandi, atau justru cukup lengkap isi ruangan ala Scandinavian dengan sisa untuk kebutuhan tak terduga.

Inti Filosofi yang Beda Harga

Scandinavian design lahir dari kebutuhan: musim dingin panjang, matahari langka, dan tradisi kerajinan rakyat yang fungsional. Prinsipnya sederhana: lagom—tidak kurang, tidak lebih. Japandi, fusi Jepang-Nordic, menambah lapisan wabi-sabi yang menghargai ketidaksempurnaan, tapi juga menuntut kesempurnaan bahan alami.

Perbedaan ini langsung membekas di rekening. Scandinavian memaafkan penggunaan material imitasi: MDF laminasi putih, lantai vinyl motif kayu, kain poliester yang tampil seperti linen. Japandi? Ia akan menggerutu. Kayu solid dengan serat terbuka, batu alam pori-pori halus, dan tekstil linen murni bukan pilihan—tuntutan. Untuk rumah Type 36 (sekitar 36 m²), ini bukan detail kecil. Perbedaan harga lantai vinyl vs engineered wood bisa mencapai Rp 150.000 per meter persegi. Kalikan seluruh luas, Anda sudah mengeluarkan selisih Rp 5 juta hanya untuk alas kaki.

Anatomi Biaya: Setiap Sudut Rumah Type 36

Mari kita bedah anggaran realistis untuk renovasi total tipe ini—asumsi kondisi standard developer dengan dinding sudah rata, listrik 1300 watt, dan satu kamar mandi.

Item RenovasiScandinavian (Rp)Japandi (Rp)Selisih
Lantai (36 m²)Vinyl premium: 5.400.000Engineered wood: 10.800.000+5.400.000
Dinding (cat, 80 m²)Cat putih satin: 2.400.000Cat putih matte + stucco: 4.800.000+2.400.000
Kitchen set (2m)MDF + kuarsa: 8.000.000Kayu jati minimalis: 15.000.000+7.000.000
Sofa 2-seaterIKEA Finnala: 4.500.000Kayu + linen custom: 12.000.000+7.500.000
Meja makanMDF lipat: 1.500.000Kayu solid 4 kursi: 6.000.000+4.500.000
Lighting (5 titik)LED panel + track: 2.500.000Pendant kayu + bola: 5.000.000+2.500.000
Aksesori50% dari IKEA: 3.000.000Artisan + tanaman: 4.500.000+1.500.000
Total estimasi27.300.00058.100.000+30.800.000
Baca:  Review Gaya Tropical Modern: Apakah Efektif Bikin Rumah Adem Tanpa Ac Seharian?

Angka tersebut belum termasuk pemasangan dan transportasi. Scandinavian menang telak: Anda bisa renovasi lengkap dengan budget di bawah Rp 35 juta. Japandi? Siapkan minimal Rp 60 juta agar tidak terlihat murahan—karena material murah di gaya ini justru terlihat sangat jelas.

Di Mana Uang Anda Bocor: Jebakan Tersembunyi

Scandinavian: Murah di Depan, Mahal di Perawatan

Gaya ini rakus terhadap cahaya. Anda akan tergoda beli lampu tambahan: floor lamp, string light, LED strip di bawah kabinet. Harga satu smart bulb Philips Hue sudah Rp 400.000. Jika tidak hati-hati, budget lighting bisa membengkak 200%.

Material imitasi juga punya umur. Lantai vinyl murah bisa mengelupas dalam 3 tahun, memaksa Anda ganti ulang. Pilihan yang lebih baik adalah vinyl SPC (Stone Plastic Composite) grade tinggi, tapi harganya naik 40%. Tips hemat: Prioritaskan SPC di area basah saja, pakai rug di ruang tamu untuk menyembunyikan vinyl grade lebih rendah.

Japandi: Mahal di Awal, Lebih Mahal Jika Salah Pilih

Desainer Japandi tidak mengenal “yang penting mirip”. Kayu teak imitasi? Langsung pecah vibe. Ini masalah di Indonesia, kayu solid berkualitas mahal dan langka. Banyak kontraktor menawarkan “kayu lokal finishing teak“—jangan percaya. Kayu jati lokal untuk kitchen set 2 meter bisa mencapai Rp 20 juta.

Solusi realistis: gunakan plywood grade A dengan veneer alami. Harganya 60% lebih murah dari kayu solid, tapi tetap memberi serat asli. Untuk furniture, hunt di secondhand market seperti Jalan Surabaya atau Instagram preloved. Satu stool kayu Jepang bekas kondisi bagus di bawah Rp 500.000 bisa jadi statement piece.

Strategi Belanja Berdasarkan Zona

Zona 1: Dapur (2-3 meter linear)

Scandinavian: IKEA Metod adalah jawaban. Kabinet bawah pakai frame standar, door putih gloss. Untuk countertop, pilih laminate motif kuarsa, bukan asli. Total Rp 6-8 juta sudah termasuk sink dan mixer tap.

Japandi: Buat open shelving dari besi dan kayu. Rak besi black pipe Rp 300.000 per meter, ditambah papan kayu 2 cm Rp 150.000. Dinding balak bata ekspos + clear coat (Rp 500.000). Hemat 70% dari kitchen set custom, dan lebih otentik.

Zona 2: Ruang Tamu (12-15 m²)

Scandinavian: Sofa Finnala (Rp 4,5 juta) + meja makan yang bisa dilipat jadi console (Rp 1,5 juta). Tambah mirror besar di dinding untuk ilusi luas (Rp 500.000). Selesai.

Baca:  Monokrom Hitam-Putih: Review Psikologis Ruangan, Apakah Bikin Depresi Atau Elegan?

Japandi: Daybed kayu (Rp 3 juta) yang bisa jadi sofa dan tempat tidur tamu. Meja chabudai rendah (Rp 2 juta) dengan zabuton sebagai pengganti kursi. Investasi lebih tinggi, tapi multifungsi—cocok untuk Type 36 yang butuh fleksibilitas.

Zona 3: Kamar Tidur (9-12 m²)

Kedua gaya setuju: platform bed adalah kunci. Scandinavian pakai frame MDF (Rp 1,5 juta) + bedside table gantung (Rp 200.000). Japandi butuh kayu solid minimalis (Rp 4 juta) atau rakit sendiri dari kayu pallet (Rp 500.000 + cat).

Skenario Realistis: Budget 40 Juta untuk Type 36

Pak Budi, karyawan swasta di Tangerang, renovasi total Type 36-nya dengan Rp 42 juta. Pilihannya? Scandinavian 70% + Japandi 30%.

Lantai: Vinyl SPC putih (Rp 6 juta). Dinding: Cat putih doff (Rp 2,5 juta). Dapur: IKEA Metod (Rp 7 juta). Ruang tamu: Sofa bekas cat ulang (Rp 2 juta) + meja lipat (Rp 1 juta). Kamar: Platform bed rakit sendiri (Rp 800.000). Aksesori: Preloved Japandi—lampu bamboo pendant (Rp 600.000), ceramic vase (Rp 200.000), tanaman (Rp 500.000).

Hasilnya? Ruang terasa lapang, terang, dan punya sentuhan hangat ala Japandi tanpa menguras tabungan. Triknya: alokasikan 80% budget untuk hard finish yang tahan lama, 20% untuk statement piece Japandi yang bisa dicari perlahan.

Inti keputusan: Scandinavian adalah mobil matik—praktis, murah perawatan, mudah dijalankan. Japandi adalah mobil manual—lebih mahal, butuh skill, tapi memberi pengalaman berkendara yang lebih kaya. Untuk Type 36 dengan budget terbatas, Scandinavian adalah fondasi yang aman. Japandi adalah topping yang bisa ditabung belakangan.

Verdit Final: Scandinavian Menang Budget, Japandi Menang Jiwa

Jika parameter utama adalah hemat dengan kualitas hidup yang tetap nyaman, Scandinavian adalah jawabannya. Anda bisa selesai di bawah Rp 35 juta, lengkap dengan furniture bermerk yang mudah didapat. Keindahannya instan, seperti filter Instagram—cepat dan memuaskan.

Tapi jika Anda punya waktu, kesabaran, dan budget fleksibel di atas Rp 60 juta, Japandi memberi return emosional lebih tinggi. Setiap goresan kayu, tekstur batu, dan bayang-bayang lembut lampu bambu berbicara. Rumah Type 36 Anda bukan sekadar tempat tinggal, tapi meditasi.

Langkah Praktis Minggu Ini

  1. Hitung ulang: Tulis budget pasti Anda, lalu kurangi 15% untuk dana darurat. Itu angka nyata Anda.
  2. Jejak digital Scandinavian: Kunjungi IKEA.co.id, buat wishlist online. Lihat totalnya. Tambah 10% untuk biaya transport dan pemasangan.
  3. Jejak analog Japandi: Kunjungi Jalan Surabaya atau thrift store di akhir pekan. Catat harga satu furniture kayu bekas. Bandingkan dengan harga kayu baru di toko material.
  4. Mix & match: Pilih 3 item Japandi (lampu, tanaman, satu perabot) sebagai aksen. Sisanya Scandinavian. Ini formula paling aman.

Renovasi rumah Type 36 bukan kompetisi estetika, tapi manajemen ekspektasi. Scandinavian membiarkan Anda hidup nyaman sekarang. Japandi mengajak Anda hidup lebih lambat, lebih dalam—dan lebih mahal. Pilih mana yang sesuai fase kehidupan Anda, bukan yang paling viral di Pinterest.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review Gaya Shabby Chic Di Tahun 2025: Masih Relevan Atau Sudah Ketinggalan Zaman?

Shabby chic pernah jadi ratu desain interior—semua orang tergila-gila dengan furnitur tua…

7 Kesalahan Fatal Saat Menerapkan Gaya Mid-Century Modern Yang Bikin Rumah Terlihat Tua

Mid-Century Modern sering jadi kambing hitam. Bukan karena gaya ini jelek, tapi…

Menerapkan Gaya Bohemian Di Kamar Kos Ukuran 3X3: Review Dekorasi Murah Dari Marketplace

Kamar kos 3×3 meter sering terasa seperti kotak sempit yang menyesakkan. Dinding…

Gaya Rustic Vs Farmhouse: Perbedaan Detail Dan Estimasi Biaya Dekorasi

Salah paham antara rustic dan farmhouse adalah jebakan klasik. Keduanya memang sama-sama…